Efek Rumah Kaca : Idealisme dan Semangat Tentang Pasarnya

Beberapa waktu yang lalu atau tepatnya 10 Juli 2015, Efek Rumah Kaca band indie asal Jakarta secara resmi merilis single terbaru mereka Pasar Bisa Diciptakan setelah satu setengah tahun vakum karena kesibukan Cholil, sang vokalis sekaligus pentolan band yang dulunya bernama Hush dan –sempat- bernama Superego sebelum akhirnya pada 2005 memutuskan Efek Rumah Kaca sebagai nama selanjutnya yang dipakai sampai saat ini. Rilisnya single ini juga menandai dasawarsa pertama yang berhasil mereka capai. Selama itu, mereka sudah berhasil melahirkan dua album studio yaitu, Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008), dan Daur Baur (2013, atas nama Pandai Besi).

Trio minimalis Cholil Mahmud (vokalis, gitar), Adrian Yunan (bass, backing vocal) dan Akbar Bagus (drum, backing vocal) berhasil menelurkan lagu-lagu kritis nan cerdas namun tetap sing-along-able seperti Cinta Melulu lagu satiris berisi kritik dan pukulan terhadap industri musik Indonesia yang stagnan saat itu, Mosi Tidak Percaya yang berisi kritikan politik pada pemangku kursi kuasa, sampai Kenakalan Remaja di Era Informatika sebuah karya “tercerdas” -menurut saya- sebagai refleksi terhadap perilaku remaja saat ini menghadapi perkembangan informasi yang sangat terbuka (note: untuk yang satu ini anda akan tersenyum atau bahkan tertawa saat mendengarnya). Ciri khas ERK yang berani melakukan eksperimen berbagai jenis musik, sisi kritis, pengambilan sudut pandang terhadap fenomena dan keberanian menjelajah sisi kaya dan keragaman bahasa Indonesia menjadi nilai “WAH” tersendiri. Idealisme sebagai ciri khas band indie melekat erat dengan mereka, dan single baru mereka sekarang “Pasar Bisa Diciptakan” merupakan kelanjutan dari cerita 2008 mereka yang sangat percaya diri dan yakin bahwa tak harus selalu mengikuti pasar yang ada untuk masuk pasar. Yay! They create their own market!

Ada satu hal yang membuat ERK berbeda dengan kebanyakan musisi lain, baik itu musisi major (dibawah kontrak suatu label) atau bahkan dengan musisi indie lainnya. … gak ada lagi lagu ERK yang ga legal.. terang statement yang dikeluarkan Cholil Mahmud. Ya! Terhitung sejak 1 November 2013 ERK secara resmi merilis seluruh proyek mereka (termasuk ERK RMX, Daur Baur dan single Pasar Bisa Diciptakan) secara digital melalui web resmi mereka tanpa adanya embel-embel harga sama sekali, alias gratis (atau donasi sukarela jika bersedia). Meski sebelumnya sudah ada pihak yang melakukan hal ini, seperti Yes No Wave Music sebuah label rekaman di Yogyakarta yang pernah merilis album digital beberapa musisi secara gratis (seperti Frau dan Rabu) juga Andra & The Backbone bersama Rolling Stones Indondesia. Namun di era saat ini para musisi dengan rajin berpromosi dan berdagang rilisan fisik untuk mendulang keuntungan finansial –meski ERK sendiri tetap merilis versi fisiknya-. Adrian Yunan sendiri menganggap hal ini sebagai balas jasa terhadap pihak-pihak yang telah menyebarluaskan musik mereka, dan Cholil yang berpendapat bahwa hal ini juga bisa memberi pilihan pada penikmat musiknya antara yang ingin membeli bentuk fisik –cholil menganggapnya sebagai pemanis suatu karya musik- atau hanya ingin mendengarnya via mp3.

Kabar terakhir dari band ini adalah yang paling layak dinantikan baik untuk yang sudah setia mengikutinya dari awal sampai saat ini, atau mereka yang baru mencoba untuk setidaknya hear-testing terhadap karya-karya Efek Rumah Kaca. Yaitu akan segera dirilisnya album studio ke-3 mereka yang sudah lama tertahan dalam kepala masing-masing personelnya, yang ber-titel Sinestesia yang sebelumnya sudah dibocorkan oleh Cholil Mahmud. Dan terakhir, saya pikir inilah band mandiri yang kepopulerannya sangat-sangat mengancam bagi mereka yang ber-major-ria sekalipun. It’s worth to wait, for sure!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s